Menguatkan SDG 5 melalui Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Mlati

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 7C dan 7D di SMP Negeri 1 Mlati pada 9 September 2026. Pembelajaran ini mengangkat materi asking and giving directions dan dilakukan melalui beberapa aktivitas, seperti membaca dialog, kerja kelompok, membuat denah, dan presentasi. Dalam setiap aktivitas, siswa laki-laki dan perempuan mendapat kesempatan untuk terlibat dan menjalankan peran secara bergantian. Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 5, yaitu Gender Equality, khususnya dalam memberikan kesempatan belajar dan berpartisipasi yang sama bagi siswa laki-laki dan perempuan.

Pembelajaran bertujuan agar siswa dapat memahami dan menggunakan ungkapan asking and giving directions dalam situasi sehari-hari, seperti ketika meminta atau memberikan petunjuk arah di tempat yang belum dikenal. Siswa terlebih dahulu membaca dialog yang berisi ungkapan tersebut. Setelah itu, siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas siswa laki-laki dan perempuan untuk membuat denah berdasarkan petunjuk arah yang telah dipelajari. Setiap anggota kelompok ikut mengerjakan tugas, termasuk menulis dan menyusun denah. Setelah denah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dengan membaca bagian presentasi secara bergantian. Pembelajaran ini dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai guru dengan melibatkan siswa kelas 7C dan 7D.

Pada awal pembagian kelompok, beberapa siswa masih merasa kurang nyaman dengan kelompok yang mereka dapat. Salah seorang siswa sempat mengatakan, “Miss, aku cewek sendiri.” Siswa dari kelompok lain kemudian menanggapi, “Kae yo wedok dhewe,” karena ada siswa perempuan lain yang juga berada sendiri di kelompoknya. Setelah diberikan semangat dan arahan, siswa tersebut bersedia mengikuti kegiatan dan bekerja sama dengan anggota kelompoknya. Dari kegiatan ini, siswa dapat berlatih menggunakan ungkapan asking and giving directions, bekerja sama, berbagi tugas, serta mendapatkan kesempatan untuk membaca dan melakukan presentasi. Pembagian peran secara bergantian juga memberi kesempatan yang sama kepada siswa laki-laki dan perempuan untuk terlibat dalam pembelajaran, sesuai dengan nilai SDG 5.

Ke depannya, kerja kelompok diharapkan tetap dapat digunakan dalam pembelajaran secara berkala. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat terbiasa bekerja sama dengan teman, berbagi tugas, dan menghargai peran setiap anggota tanpa membedakan jenis kelamin. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Kontributor: Aida Ryanoz