Implementasi SDGs 4 “Quality Education” Melalui Game Based Learning di SMA N 1 Wonosari

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, dilaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dengan pendekatan game-based learning di kelas X SMA Negeri 1 Wonosari. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Deswinta Dwie Untari, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri  Yogyakarta  (UNY)  semester  7,  yang  tengah  menjalani  Praktik  Kependidikan  di sekolah tersebut, dengan sasaran seluruh siswa di kelas tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education, yang menekankan pentingnya penyelenggaraan  pendidikan  yang  berkualitas,  inklusif,  dan  relevan  bagi  seluruh  peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi types of pronoun melalui metode pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran diawali dengan penyampaian materi secara ceramah mengenai jenis-jenis pronoun beserta fungsi dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Setelah pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan berjudul "Pronoun Station", yang dirancang menggunakan sistem rotasi pos belajar. Siswa dibagi menjadi empat kelompok, dengan empat station yang masing-masing memuat sepuluh soal terkait pronoun. Setiap kelompok diberi waktu lima menit untuk menyelesaikan seluruh soal pada satu station, kemudian berpindah ke station berikutnya secara bergiliran hingga seluruh kelompok menyelesaikan soal di keempat station.

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan sejumlah hasil dan manfaat positif bagi siswa. Melalui permainan "Pronoun Station", siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konsep pronoun secara lebih mendalam, tetapi juga terlatih dalam kerja sama tim, manajemen waktu, dan sikap kompetitif yang sehat, karena dituntut untuk menyelesaikan sepuluh soal dalam waktu lima menit di setiap station. Metode pembelajaran ini juga mendorong keterlibatan aktif seluruh siswa selama proses belajar berlangsung, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pencapaian  SDGs  4,  khususnya  dalam  menghadirkan  pembelajaran  yang berkualitas dan bermakna bagi peserta didik. 

Ke  depan,  diharapkan  penerapan  metode  game-based  learning  seperti "Pronoun Station" dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada materi pembelajaran lain, tidak hanya di SMA Negeri 1 Wonosari, tetapi juga di sekolah-sekolah lainnya. Dengan demikian, upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan sebagaimana diamanatkan dalam SDGs 4 dapat terlaksana secara berkelanjutan.

Kontributor: Deswinta Dwie Untari