Laporan Survei Kepuasan Dosen terhadap Layanan Manajemen, Keuangan, dan Sarana Prasarana FBSB UNY Tahun 2025

Yogyakarta – Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya UNY telah merampungkan Laporan Survei Kepuasan Dosen terhadap Layanan Manajemen, Keuangan, dan Sarana Prasarana Tahun 2025. Survei ini dibuka secara daring pada Agustus hingga Desember 2025 bagi seluruh dosen aktif, dengan partisipasi bersifat sukarela. Informasi pengisian disampaikan melalui pengumuman resmi dan sistem informasi fakultas.

Secara umum, kabar yang dibawa laporan ini positif. Tingkat kepuasan dosen melebihi 94% dan seluruh indikator berada di atas 90%. Kepastian pelayanan mencatat capaian tertinggi (95,22%), menandakan bahwa dosen memandang alur dan prosedur layanan fakultas sudah jelas. Keramahan petugas (94,91%), daya tanggap (94,61%), dan keandalan (94,61%) juga dinilai sangat baik.

Namun angka kepuasan yang tinggi tidak boleh menutupi suara dosen yang belum puas. Pada sebagian besar indikator, porsi jawaban "tidak puas" dan "sangat tidak puas" berkisar 5–6%. Porsi itu melonjak pada dua indikator, yaitu prasarana dan administrasi keuangan, yang masing-masing mendekati satu dari sepuluh responden.

Keterangan gambar: Porsi jawaban tidak puas dan sangat tidak puas per indikator, dihitung dari rincian jawaban dalam Laporan Survei Kepuasan Dosen terhadap Layanan Manajemen, Keuangan, dan Sarana Prasarana FBSB UNY 2025.

Temuan ini selaras dengan dinamika fakultas. Laporan UPM mencatat bahwa jumlah mahasiswa yang terus meningkat membuat layanan administrasi semakin kompleks dan kebutuhan fasilitas pendukung semakin besar. Urusan keuangan, mulai dari pengajuan hingga pertanggungjawaban kegiatan, serta ketersediaan ruang dan fasilitas menjadi titik yang paling merasakan tekanan tersebut.

Berdasarkan analisis komparatif, fakultas menetapkan tiga prioritas peningkatan mutu. Pertama, optimalisasi sistem administrasi keuangan, termasuk pengembangan layanan keuangan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Kedua, penyusunan rencana pengembangan dan pemeliharaan prasarana secara bertahap. Ketiga, penguatan digitalisasi layanan secara umum agar proses administrasi lebih cepat dan mudah dipantau.

Laporan juga memberi catatan untuk indikator yang sudah tinggi. Daya tanggap perlu dievaluasi pada masa-masa sibuk ketika permintaan layanan menumpuk. Keseragaman informasi antarpetugas perlu terus diawasi agar keandalan layanan terjaga, dan prosedur yang sudah jelas masih dapat disederhanakan.

Laporan survei telah diserahkan kepada pimpinan fakultas sebagai dasar penyusunan program peningkatan layanan. UPM akan memantau pelaksanaan tindak lanjutnya agar perbaikan benar-benar terlaksana. Dosen diharapkan terus berpartisipasi dalam survei berikutnya, karena masukan dosen menjadi cara paling langsung untuk mengukur apakah perbaikan tersebut sudah dirasakan.