Optimalisasi Partisipasi Belajar Siswa Melalui Game-Based Vocabulary Ice Breaking di SMK PI Ambarrukmo 1 Sleman Menuju Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta saat ini melaksanakan inovasi pembelajaran bahasa Inggris terapan melalui kegiatan Interactive Hospitality Vocabulary Ice Breaking pada tanggal 19 Agustus 2026, bertempat di ruang kelas X.PH2, dengan jumlah 33 siswa, di SMK PI Ambarrukmo 1 Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh para peserta didik kejuruan ini diinisiasi oleh mahasiswa praktikan pendidikan bahasa Inggris sebagai upaya untuk memperkuat literasi bahasa Inggris dalam memahami materi Descriptive Text secara kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri perhotelan. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa praktikan sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, adaptif, dan menyenangkan (Joyful learning). Penerapan metode ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 (Quality Education), yaitu memperkuat kualitas proses belajar-mengajar serta literasi bahasa asing generasi muda, sekaligus mendukung SDG Poin 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penyiapan keterampilan vokasi siswa agar lebih berdaya saing di industri pariwisata dan perhotelan global.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya atau memantik motivasi belajar, memperluas perbendaharaan istilah teknis perhotelan (hospitality terms), melatih respons cepat, dan meningkatkan rasa percaya diri siswa sebelum masuk ke materi pelayanan atau percakapan profesional. Pembelajaran diawali dengan pembagian kelas ke dalam beberapa kelompok kolaboratif. Guru praktikan memicu respons siswa dengan menyebutkan padanan istilah layanan perhotelan dalam bahasa Indonesia, seperti resepsionis, layanan kamar, kamar penuh, hingga proses kedatangan tamu. Setiap kelompok berlomba menebak padanan kata teknis yang tepat dalam bahasa Inggris (receptionist, room service, towel, check-in, bedroom) secara cepat dan tepat, lalu perwakilan kelompok bergegas menuliskan ejaan kata-kata tersebut di papan tulis.

Metode permainan interaktif ini terbukti efektif dalam mengubah suasana belajar di kelas menjadi lebih aktif, kompetitif, dan bermakna. Selain menurunkan rasa ragu siswa dalam menggunakan istilah asing, metode ini melatih integrasi keterampilan menyimak, melafalkan istilah perhotelan secara akurat, hingga ketepatan ejaan (spelling). Dari perspektif SDG 4 dan SDG 8, pendekatan kontekstual berbasis kerja sama tim ini memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa untuk menguasai kompetensi komunikatif yang sangat krusial bagi calon praktisi perhotelan di masa depan.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, penguasaan terminologi perhotelan diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi siswa dalam mempraktikkan keterampilan komunikasi lisan tingkat lanjut, seperti simulasi penanganan tamu (guest handling) dan reservasi. Ke depan, mahasiswa praktikan pendidikan bahasa Inggris bersama guru pamong berkomitmen untuk melanjutkan variasi pembelajaran berbasis permainan (Game-based learning) dan simulasi kerja agar kompetensi vokasi peserta didik terus berkembang secara optimal sesuai dengan standar dunia kerja.

Kontributor: Najmi Nabila