Ciptakan Campaign Board, Mahasiswa UNY Gaungkan Kesadaran Hidup Sehat dalam Kelas Bahasa Inggris di MAN 4 Sleman

SLEMAN — Siswa kelas XI A MAN 4 Sleman mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris bertema “Healthy Life, Healthy Future” pada Selasa (1/9/2026). Pembelajaran materi descriptive text ini dipandu oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nur’aini Kholisa Sa’idah, di bawah bimbingan guru pamong Drs. Edy Suparyanto, M.A.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan menulis, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kesadaran pola hidup sehat sejak usia remaja. Langkah inovatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education).

Pembelajaran dirancang menggunakan Genre-Based Approach (GBA), yaitu pendekatan yang membimbing siswa memahami, menyusun, hingga menghasilkan teks secara bertahap. Setelah memahami karakteristik dan unsur kebahasaan descriptive text, siswa mengaplikasikan pemahaman tersebut pada topik healthy food dan healthy drink.

Pada tahap Joint Construction of the Text (JCOT), sebanyak 35 siswa terbagi dalam 12 kelompok untuk berkolaborasi menyusun teks deskriptif. Mahasiswa PK UNY berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam mendesain ide, mengoreksi tata bahasa, hingga mengolah hasil tulisan menjadi karya visual.

Hasil karya siswa tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah Campaign Board bertajuk “Healthy Life, Healthy Future”. Media visual ini memuat beragam deskripsi makanan dan minuman sehat karya siswa, yang menjadi bentuk integrasi antara literasi bahasa dan literasi kesehatan dalam proses belajar.

Salah satu siswa kelas XI A, Khaula, mengaku antusias mengikuti jalannya pembelajaran kolaboratif ini. "Belajar Bahasa Inggris kali ini terasa lebih seru dan berbeda karena kami bisa berdiskusi membuat Campaign Board bersama teman-teman. Selain melatih kemampuan menulis descriptive text, kami juga makin paham pentingnya memilih makanan dan minuman sehat untuk kegiatan sehari-hari," tutur Khaula.

Guru pamong MAN 4 Sleman, Drs. Edy Suparyanto, M.A., juga memberikan apresiasi atas inovasi pembelajaran ini. "Siswa menjadi jauh lebih antusias karena pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi dipelajari secara teoritis, melainkan langsung diaplikasikan pada isu nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka," ujar Edy.

Senada dengan hal tersebut, Lisa Sa’idah selaku pelaksana kegiatan berharap karya siswa ini membawa dampak positif yang meluas. "Kehadiran Campaign Board ini membuat hasil pembelajaran tidak berhenti sebagai tugas kelas saja, tetapi menjadi media edukasi untuk menyampaikan pesan pilihan hidup sehat kepada seluruh lingkungan sekolah," ungkap Lisa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK UNY menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata siswa. Inovasi kontekstual dan kolaboratif ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pendidikan berkualitas sekaligus membentuk generasi muda yang lebih sehat.

Kontributor: Nur'aini Kholisa Sa’idah