Bahasa Indonesia
English
You are here
“Kita Ganti Dengan Kimpul”: Edukasi Ketahanan Pangan pada Materi Report Text di SMA Negeri 1 Patuk
Submitted by admin on Tue, 2026-09-22 06:46
GUNUNGKIDUL-Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Ahmad Ulil Archam, mengintegrasikan edukasi ketahanan pangan ke dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (09/09/2026) dengan target sasaran siswa-siswi kelas XI F1 dan XI F2 ini ditujukan sebagai upaya nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dengan mendukung program Sustainable Development Goal (SDG) 2: Food Hunger yang berfokus untuk menyelesaikan masalah kelaparan dengan menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan.
Pembelajaran dan edukasi dirancang dengan mengintegrasikan keragaman pangan sumber karbohidrat non-beras pada materi Report Text. Mengutip publikasi pers Badan Pangan Nasional, Indonesia memiliki sedikitnya 77 jenis pangan sumber karbohidrat yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Mengangkat trend diversifikasi pangan yang tengah populer dan viral di media sosial Tiktok, seperti aksi yang unik dan berbeda dari akun @black.sheep8208 dengan quote khasnya “karena saya tidak punya…, saya ganti jadi kimpul” , Ulil mengemas proses pembelajaran secara interaktif. Kegiatan pembelajaran dan edukasi diawali dengan mengenalkan olahan pangan kekinian seperti kimpul chewy cookie, membedah ensiklopedia umbi-umbian lokal Yogyakarta seperti kimpul, ganyong, ubi ungu, dan gadung, hingga permainan edukatif berupa puzzle olahan pangan umbi singkong.
Melalui pendekatan berbasis konten sosial media yang viral dan berbasis potensi lokal Gunungkidul ini, para siswa tidak hanya mempelajari generic structure beserta language features report text saja, mereka juga memahami bahwa kebutuhan karbohidrat harian tidak harus bergantung terhadap beras atau nasi saja. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap kekayaan pangan lokal di sekitar mereka. Meskipun beberapa siswa mengaku masih merasa asing untuk meninggalkan nasi sepenuhnya dan beranggapan bahwa mereka belum makan jika mereka belum makan nasi, tetapi banyak pula siswa dengan antusiasme dan niat untuk mencoba mengkonsumsi umbi-umbian sebagai alternatif pangan harian.
Melalui integrasi edukasi berbasis SDGs ini, para siswa SMA Negeri 1 Patuk diharapkan tidak hanya berhenti pada tatanan pengetahuan di dalam kelas saja, melainkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memulai langkah kecil seperti mengkonsumsi pangan lokal karbohidrat non-beras, siswa diharapkan dapat membentuk pola konsumsi yang lebih beragam, bergizi, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kuat dimulai dari lingkup terkecil mereka, sehingga tercipta peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Ahmad Ulil Archam
Kontak Kami
Copyright © 2026,