Perkuat Kompetensi Guru Mengelola Kelas Multilingual dan Multikultural, Tim PKM UNY Jalin Kolaborasi Indonesia-Australia

Yogyakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kerja Sama Internasional Luar Asia Tenggara bertajuk Strengthening Educators’ Capacity in Managing Multilingual and Multicultural Classrooms: An Indonesia-Australia Collaboration. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas guru bahasa Inggris dalam mengelola kelas yang semakin beragam dari sisi bahasa maupun budaya melalui kolaborasi dengan mitra internasional.

Program dipimpin oleh Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. dengan anggota tim Sari Hidayati, S.S., M.A., Ph.D., Dr. Ari Purnawan, M.Pd., M.A., Dr. Adriani Yulia Purwaningrum, M.Pd., Annisa Nurul Firdausi, S.S., M.Hum., dan Ambar Fidianingsih, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Muhammad Syaddad Alfaruq, Rohmat Wibowo, Gheisya Zahra Auliia, dan Aisyah Fitria Rahmahani.

Kegiatan diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan secara hybrid pada 7 Mei 2026 dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Raqib Chowdhury, B.A., M.A., M.Ed., Ph.D., SFHEA dari Monash University, Australia; Asst. Prof. Dr. Bhasrvarin Iamsa-ard dari Walailak University, Thailand; serta Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. dari Universitas Negeri Yogyakarta. Sebanyak 31 guru bahasa Inggris SMA dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti kegiatan ini untuk memperoleh wawasan mengenai pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman bahasa dan budaya.

Sesi kedua diselenggarakan secara luring pada 7 Juli 2026 di Ruang Cine Club, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Dr. Raqib Chowdhury menyampaikan materi mengenai strategi praktis dalam mengelola kelas multilingual dan multikultural. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang lebih berfokus pada pemaparan konsep, kegiatan kedua dirancang lebih interaktif sehingga para peserta dapat berdiskusi secara langsung mengenai tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing. Guru-guru juga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi dengan Dr. Chowdhury terkait pengalaman mereka dalam mengajar siswa dengan latar belakang bahasa dan budaya yang beragam.

Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai pendidikan multikultural, tetapi juga berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan di kelas. Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan tingginya antusiasme guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih inklusif, responsif terhadap keberagaman, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung seluruh peserta didik.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Monash University, Australia, sebagai mitra internasional yang telah mendukung terlaksananya program ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Asst. Prof. Dr. Bhasrvarin Iamsa-ard dari Walailak University, Thailand, atas kontribusi dan kesediaannya berbagi pengalaman serta perspektif internasional kepada para peserta.

Kolaborasi internasional ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kapasitas pendidik, sekaligus mendorong praktik pembelajaran bahasa Inggris yang lebih inklusif, berwawasan global, dan menghargai keberagaman budaya.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru, SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Yogyakarta dengan Monash University Australia dan Walailak University Thailand, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong terciptanya pembelajaran yang inklusif bagi peserta didik dari berbagai latar belakang bahasa dan budaya.

Selain itu, program ini sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya dalam upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global melalui pengembangan kompetensi pendidik yang adaptif terhadap dinamika masyarakat multikultural.